BUAT WEBSITE SENDIRI!BELAJAR MEMBUAT WEBSITE SENDIRI! KLIK DI SINI

3 Sistem Bank Syariah di Indonesia | Pengertian Bank Syariah

sistem-bank-syariah-di-indonesia

Sistem Bank Syariah di Indonesia

Sistem Bank Syariah di Indonesia, Mayoritas penduduk indonesia beragama Islam, hal ini menjadi dasar pemerintah untuk membentuk sistem syariah pada perbankan di indonesia.

Salah satu pelopor bank syariah pertama di indonesia adalah Bank Muamalat. Hanya saja kini kondisi bank tersebut sedang tidak baik. Tetapi kini bank-bank konvensional milik BUMN hampir semua memiliki sistem syariah.

Dengan berpegang teguh prinsip-prinsip syariah, sistem bank syariah tidak menerapkan sistem bunga dalam aktivitas perbankannya.  Bunga dianggap bagian dari riba dan riba hukumnya haram dalam agama Islam.

Sebagai gantinya , perbankan yang berlandaskan syariah ini menerapkan sistem bagi hasil atau nisbah yang menurut Islam sah untuk dilakukan. Bagaimana sistem bagi hasil itu?

Mekanisme bagi hasil (nisbah) menurut syariah ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

  1. Profit sharing, atau bagi hasil di mana total pendapatan usaha dikurangi biaya operasional untuk mendapatkan profit alias keuntungan bersih. Atau
  2. Revenue sharing, yaitu laba berdasarkan total pendapatan usaha sebelum dikurangi biaya operasional alias pendapatan kotornya.

Jadi perbankan syariah melakukan perhitungan bagi hasil dengan cara profit sharing, yaitu membagi keuntungan bersih dari usaha atau investasi yang sudah dijalankan. Besarnya keuntungan untuk pihak bank dan nasabah sudah diputuskan saat akad akan ditandatangani.

Jadi tidak ada kebingungan dan sengketa lagi saat bisnis atau usaha selesai dijalankan. Dan sebelum memulai berbisnis dengan perbankan Syariah baiknya kita memahmi betul bagaimna sistem Akad nya, karena semuanya ditentukan pada saat akad.

Dalam menjalankan aktifitasnya Sistem Bank Syariah di Indonesia, perbankan syariah memiliki tiga macam akad atau perjanjian yang ujungnya menuju pembagian keuntungan dengan nasabahnya.

Memahami Sistem Bank Syariah dengan Akad / Perjanjian di Awal.

1. Akad Murabahah

Sistem Bank Syariah yang pertama Akad Murabahah ini biasanya sering dilakukan dalam perjanjian penggunaan produk Kredit Pembelian Rumah (KPR), properti, tanah, kendaraan bermotor, tempat usaha dan sebagainya.

Prinsip akad ini berdasarkan aktivitas jual beli barang dengan tambahan keuntungan (margin) untuk bank syariah yang disepakati kedua belah pihak.

Berbeda dengan bunga, margin yang dimaksud adalah keuntungan dari harga jual. Misalnya bank membeli tanah dengan harga Rp 50 juta dan akan menjualnya lagi dengan harga Rp 70 juta kepada pembelinya. Baik bank dan pembelinya sama-sama setuju dengan tambahan keuntungan yang didapat bank yaitu Rp 20 juta.

Pihak pembeli akan mencicil seharga Rp 70 juta itu ke bank dengan cicilan tetap hingga tenor pinjamannya habis. Harga jual (pokok pembiayaan + marjin) tersebut akan dicicil setiap bulan selama jangka waktu yang disepakati antara nasabah dengan bank syariah.

Karena harga jual sudah disepakati di muka, maka angsuran nasabah bersifat tetap selama jangka waktu pembiayaan.

2. Akad Musyarakah

Sistem Bank Syariah yang selanjutnya, Akad Musyarakah merupakan perjanjian kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Baik bank atau pihak yang terlibat sama-sama mengeluarkan modal, dimana bank syariah tidak menanggung sepenuhnya kebutuhan modal usaha/investasi (biasanya sekitar 70 s.d. 80%).

Dalam cara kerja bank konvensional, akad musyarakah ini masuk dalam kredit modal kerja, di mana perbankan syariah akan memberikan kredit.

Lalu apabedanya dengan bank konvensional yang juga menerapkan sistem itu? Begini, bank konvensional akan menetapkan jumlah suku bunga tertentu, dan memberlakukan denda atau penyitaan terhadap apa yang sudah di jaminkan di awal akad.

Sementara bank syariah mendapat pembagian keuntungan sebagaimana yang sudah disepakati. Perbedaan lainnya yaitu bila bank konvensional tidak akan rugi karena pinjaman itu harus dikembalikan berikut bunga, bank syariah masih memiliki kemungkinan merugi bila kerja sama usaha itu gagal.

3. Akad Mudharabah

Sistem Bank Syariah yang ketiga, Akad Mudharabah merupakan akad kerja sama usaha/bisnis antara nasabah dengan bank, di mana nasabah akan memberikan modal untuk usaha, sementara bank menjadi pihak penyelenggara atau yang melakukan investasi atau usaha.

Keuntungan masing-masing pihak dijelaskan secara rinci di awal ketika akad dilaksankan, termasuk perjanjian jika nanti ada pihak yang mengalami kerugian akan di lakukakan tindakan seperti apa.

Jika kerugian yang di dapatkan nasabah dikarenkan kesalahan nasabah maka pihak nasabah yang menanggung sendiri, begitupula dengan pihak bank jika mengalami kerugian maka akan menanggung resiko sendiri. Jadi proporsional untung dan rugi sudah ddibuat diawal ketika akad, saling menguntungkan satu sama lain.

Mulai Menggunakan Produk Bank Syariah

Setelah paham sistem bank syariah selanjtunya segera coba menggunakannya. Banyak yang menganggap sistem bagi hasil di bank syariah sangat bersiko dan berakibat kerugian besar, Apa lagi inflasi yang menyebabkan perekonomian yang kadang tidak stabil.

Meski begitu bank-bank syariah di Indonesia sudah membuktikan bahwa cara bagi hasil cukup menguntungkan, buktinya kini semakin banyak bank syariah yang bermunculan di indonesia.

Di Indonesia, pasar bank syariah belum sebesar bank konvensional. Meski begitu, hal itu bukan berarti bank syariah tidak memberikan layanan yang terbaik dibanding kompetitor.

Kenyataannya Sistem Bank Syariah di Indonesia lebih banyak nilai positifnya dibandingkan dengan bank konvesional.  Untuk merambah lebih luas konsumen bank syariah sering melakukan sosialisai tentang bagaimana sistem bank syariah dan keuntungan jika menggunakan bank syariah.

Sekarang kembali ke diri masing-masing lebih memilih bank syariah atau konvensional, jika dipertimbangkan dalam konteks Islami maka lebih baik mulai sekarang kita beralih ke bank Syariah baik dalam investasi, menabung ataupun rekan usaha.

Nah cukup jelas ya pembahsan tentang Sistem Bank Syariah di Indonesia, jangan lupa share ke teman-teman anda dan terima kasih sudah membaca. 🙂

Baca juga:

Jangan lupa untuk LIKE kita di FacebookFollow Twitter dan Instagram Jejak-ide.com ya gaiss..:)

Dapatkan Tips Menarik Lainnya Di Sini!

» Dapatkan pengetahuan yang belum kamu tahu sama sekali

» Update Tutorial-tutorial di situs ini.

» Dapatkan Tips & Trik mudah lainnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *