BUAT WEBSITE SENDIRI!BELAJAR MEMBUAT WEBSITE SENDIRI! KLIK DI SINI

Begini: Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah!

prinsip-dan-konsep-dasar-perbankan-syariah

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah adalah menjalankan sistem perbankan dengan prinsip syariah yang didasari oleh aturan agama. Pedoman yang digunakan bank syariah adalah syariat Islam yang sudah tertulis di Al Qur’an dan Hadist.

slam sebagai agama merupakan konsep yang mengatur kehidupan manusia secara komprehensif dan universal baik dalam hubungan dengan Sang Pencipta (HabluminAllah) maupun dalam hubungan sesama manusia (Hablumminannas).

Maka salah satu tujuan dari sistem bank syariah ini adalah menghindari larangan-larangan yang sudah di perintahkan Alloh.

Fungsi dari bank syariah sebetulnya sama dengan bank konvensional, yaitu sebagai lembaga intermediasi (penyaluran) dari nasabah pemilik dana (shahibul mal) dengan nasabah yang membutuhkan dana.

Namun, nasabah dana dalam bank syariah diperlakukan sebagai investor dan / atau penitip dana. Kemudian dana tersebut disalurkan perbankan syariah kepada nasabah pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal kerja) maupun konsumtif.

Dalam hidup bersyariat kita wajib untuk mencari nafkah materi seperti bekerja atau berdagang, kemudian wajib kita menabung dan menginfakan sebagian harta kita dengan aturan yang sudah di tentukan.

Allah membenci oarang yang menimbun hartanya sehingga hartanya tidak bermanfaat dan produktif. Banyak cara agar harta kita terus berputar dalam bisnis atau investasi.

Dalam mencari penghasilan kita tuntut untuk mencari nafkah dengan cara yang benar menurut syariat dalam arti caranya halal.

Syariat Islam tidak memperkenankan kegiatan yang mengandung unsur spekulasi atau tebak menebak termasuk judi, dalam kegiatan ekonomi yang dapat merugikan satu sama lain.

Dalam kegiatan ekonmi kita di tuntut transparansi sistem perputaran dana dll, agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi antara satu sama lain.

Di dalam prinsip dan konsep dasar perbankan syariah ada beberapa aturan yang harus di taati, aturan tersebut terpaku secara syari sesuai dengan aturan agama.

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah di Indonesia

prinsip-dan-konsep-dasar-perbankan-syariah

Koridor Prinsip Perbankan Syariah Dalam Beroperasi:

1. Keadilan,

Yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil sesuai kontribusi dan resiko masing-masing pihak

2. Kemitraan,

Yang berarti posisi nasabah investor (penyimpan dana), dan pengguna dana, serta lembaga keuangan itu sendiri, sejajar sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan

3. Transparansi,

Lembaga keuangan Syariah akan memberikan laporan keuangan secara terbuka dan berkesinambungan agar nasabah investor dapat mengetahui kondisi dananya

4. Universal,

Yang artinya tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat sesuai dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah di Indonesia

Prinsip Syariah yang dilarang dalam Operasional:

1. Maisir: 

Menurut bahasa maisir berarti gampang/mudah. Menurut istilah maisir berarti memperoleh keuntungan tanpa harus bekerja keras. Pelarangan maisir oleh Allah SWT dikarenakan efek negative maisir.

Misalkan dalam melakukan perjudian seseorang dihadapkan kondisi dapat untung maupun rugi secara atidak normal. Suatu saat ketika seseorang beruntung ia mendapatkan keuntungan yang lebih besar ketimbang usaha yang dilakukannya.

Sedangkan ketika tidak beruntung seseorang dapat mengalami kerugian yang sangat besar. Perjudian tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan keseimbangan sehingga diharamkan dalam sistem keuangan Islam.

2. Gharar :

Menurut bahasa gharar berarti pertaruhan. Menurut istilah ghararberarti seduatu yang mengandung ketidakjelasan, pertaruhan atau perjudian.

Contohnya seperti ini seseorang membeli burung di udara atau ikan dalam air atau membeli ternak yang masih dalam kandungan induknya termasuk dalam transaksi yang bersifat gharar.

Jelas ini sebuah spekulasi yang tidak bisa kita jalankan sebgai trasnsaksi ekonmi.

3. Riba:

Makna harfiyah dari kata Riba adalah pertambahan, kelebihan, pertumbuhan atau peningkatan. Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil.

Allah melarang semua bentuk riba, dan hukuman sangat berat bagi pemakan, pemberi atau pelaku riba apapaun. Ulama sepakat bahwa riba adalah Haram!

Dalil Riba:

Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya dan karena mereka memakan harta orang dengan cara yang tidak sah (bathil). Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka azab yang pedih

Surat An-Nisa, ayat 161

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah di Indonesia

Jenis-jenis Riba

1. Riba Qardh

Yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan bagi orang yang memberikan pinjaman. Misalkan, : Anto meminjam uang sebesar Rp.100.000 kepada Rendi.

Kemudian Rendi mengharuskan Anto mengembalikan hutangnya  sebesar Rp.150.000. maka tambahan Rp. 50.000 adalah riba Qardh. Jelas ya banyak layanan peminajaman uang sekarang yang bisa di sebut rentenir/lintah darat.

2. Riba Yad,

Yaitu barang jual terpisah dari tempat sebelum timbang diterima. Maksudnya: orang yang membeli suatu barang, kemudian sebelum ia menerima barang tersebut dari sipenjual, pembeli menjualnya kepada orang lain (orang ke 3).

Jual beli seperti itu tidak boleh, sebab jual-beli masih dalam ikatan dengan pihak pertama.

3. Riba Fadhl,

Yaitu tukar menukar dua barang yang sama jenisnya dengan tidak sama timbangannya atau takarannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarkan. Contoh: tukar menukar emas dengan emas, perak dengan perak, beras dengan beras, jagung dan lain-lain.

4. Riba Nasi’ah,

Yaitu tukar menukar dua barang yang sejenis maupun tidak sejenis yang pembayarannya disyaratkan lebih, dengan diakhiri/dilambatkan oleh yang meminjam.  Misalkan: Mardiyah membeli cincin seberat 20 Gram.

Penjual memberi syarat agar membayarnya tahun depan dengan cincin emas seberat 22 gram, dan jika terlambat satu tahun lagi, maka tambah 2 gram lagi menjadi 24 gram dan seterusnya.

Kesimpulan

Prinsip dan Konsep Dasar Perbankan Syariah di Indonesia

Dari pembahasan mengenai prinsip dan konsep dasar perbankan syariah kita dapat kesimpulan bahwa perbankan syariah bisa menjadi dalah satu cara terbaik untuk urusan financial yang sesuai dengan aturan agama.

Dengan dilatar belakangi pelarangan riba oleh syariat Islam, maka sistem perbankan syariah ini menjadi salah satu solusi pengolahan harta bebas riba.

Dasar pengaharaman riba meliputi keadilan sosial ekonomi dan distribusi, keseimbangan antar generasi, instabilitas perekonomian, dan kehancuran ekologis.

Mari kita lebih bijak dalam ber transaksi, ikuti aturan hukum syariat agar kita tidak terjerumus dan rugi dikemudian hari. Saran dari penulis, mari kita “hijrah” kembali ke syariat Islam.

Nah..sudah tahu kan sekarang prinsip-prinsip dasar dan konsep Perbankan Syariah ini, saya kira cukup gamblang untuk dijadikan sebagai refrensi anda dalam menjalankan kehidupan berekonomi dll.

Sekian artikel tentang prinsip dan konsep dasar perbankan syariah, Terima kasih sudah membaca, jangan lupa share artikel ini. 🙂

Baca juga:

Jangan lupa untuk LIKE kita di FacebookFollow Twitter dan Instagram Jejak-ide.com ya gaiss..:)

Dapatkan Tips Menarik Lainnya Di Sini!

» Dapatkan pengetahuan yang belum kamu tahu sama sekali

» Update Tutorial-tutorial di situs ini.

» Dapatkan Tips & Trik mudah lainnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *