BUAT WEBSITE SENDIRI!BELAJAR MEMBUAT WEBSITE SENDIRI! KLIK DI SINI

Pengertian Property Syariah: Pahami 5 Aturannnya!

bagaimana-sistem-property-syariah
Pengertian Property Syariah: Pahami 5 Aturannnya!

Pengertian Property Syariah: Pahami 5 Aturannnya!

Perkembangan sistem syariah di Indonesia cukup pesat, dengan adanya bank-bank syariah bermunculan, kini developer property yang berbasis syariah pun semakin menjamur.

Dengan menawarkan property yang berkonsep pada aturan syar’i, para developer gencar mempromosikan properti dimana-mana. Perlu diketahui bahwa tidak semua yang menggunakan “tagline” Property Syariah benar-benar berpegang teguh pda konsep syariah.

Banyak oknum developer yang memanfaatkan minat masyarakat terhadap properti syariah. Mereka hanya berupaya menarik pembeli secara masiv, dengan “gimick” syariah padahal konsep yang mereka tawarkan sama saja dengan dveloper konvensional, itu artinya sama dengan penipuan kan.

Jangan mudah tergiur dengan iklan-iklan property syariah, anda harus paham dengan bagaimana konsep syariah yang benar. Nah jika anda belum paham tentang konsep dan prinsip syariah anda dapat membaca artikelnya di sini.

a. Mengenal Developer Property Syariah

Dengan tingkat kesadaran masyarakat akan konsep syar’i, kini developer property syariah semakin berkembang luas di pelosok negeri. Tetapi banyak pula yang beranggapan bahwa properti syariah hanya diperuntukan untuk umat muslim saja.

Padahal konsep dari property sayriah itu sendiri diperuntukan kepada semua masyarakat yang menginginkan transaksi tanpa riba. Secara umum property syariah adalah transaksi jual beli peroperty dengan sistem 0% bunga tanpa riba.

b. Memahmi 5 Point Sistem Property Syariah

1. Transaksi 0% Bunga (Tanpa Riba)

Apa maksudnya?? Ini perbedaan mendasar antara property konvensional dengan property syariah. Di dalam sistem konvensional mereka menerapkan bunga dan denda, sedangkan dengan sistem syariah sama sekali tidak mengandung keduanya, karena di dalam syariat Islam itu hukumnya Riba dan Haram! 

2. Akad Jual Beli

Ciri-ciri dari property syariah adanya akad jual beli yang dilakukan oleh pemilik dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga seperti bank untuk menjadi perantara. Transaksi yang terlibat dalam kepemilikan property syariah adalah murni transaksi bisnis jual beli, baik itu secara kredit ataupun cash.

Selain itu, dalam transaksi jual beli pada property syariah, pembeli juga tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh developer.

3. Harga Jual Tetap

Di awal melakukan akad jual beli, akan disepakati satu harga yang dipilih oleh developer dan pembeli. Di dalam akad juga terdapat jumlah cicilan per bulan dan jangka waktu yang dipilih.

Perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak harus disampaikan seluruhnya sejak perjanjian awal, dan tidak ada perubahan di tengah atau di akhir proses.

4. Tidak Ada Asuransi

Didalam transaksi property syariah asuransi tidak diperkenankan, bahkan dilarang dan sudah pasti tidak ada asuransi jika developer tersebut benar-benar berkonsep dengan hukum syariah. Asuransi mengandung unsur ketidakjelasan atau ketidakpastian waktu.

Ketidak jelasan klaim waktu asuransi bisa dikatakan judi karena hal ini menguntungkan pihak penjual secara tidak adil.

5. Tanpa Denda dan Sita

Jika ditengah perjalanan pelunasan kredit, pembeli tidak sanggup membayar atau telat membayar maka tidak dikenakan denda bahkan tidak ada penyitaan. Sebagai gantinya konsep bagi hasil yang dilakukan, mereka akan membantu pembeli untuk menjual rumahnya.

Setelah rumah berhasil terjual, barulah sebagian hasilnya digunakan untuk membayar sisa utang.

c. Bagaimana Sistem KPR yang Diterapkan Oleh Property Syariah

1. Melalui Pinajaman Bank Syariah

Dalam transaksi syariah, pihak bank berperan membeli rumah yang diinginkan konsumen kemudian menjualnya kepada konsumen tersebut dengan cara dicicil. Sistem KPR Syariah tidak mengenakan bunga, tetapi hanyamengambil keuntungan dari harga jual rumah. Baca Rekomendasi Bank Syariah Di Indonesia.

Contohnya : Jika anda ingin membeli suatu rumah type-A dengan harga Rp. 200jt rupiah. Kemudian pihak bank yang anda tuju akan menilik (survai) rumah yang anda inginkan agar mendapat informasi pasti, kemudian pihak bank memneli dengan cash seharga Rp. 200jt.

Setelah dibeli, pihak bank akan menjual kepada anda dengn sistem margin atau keuntungan menjual rumah tersebut. Maka dengan kesepaktan misal bank dan anda menyetujui margin Rp. 30jt. Kemudian anda harus melunsai rumah tersebut dengan total Rp. 230jt tanpa bunga selama tenor yang sudah disepakati.

2. Melalui Developer Syariah

Transaksi dengan developer syariah tidak melibatkan peran perbankan. Selain KPR syariah, belakangan juga populer alternatif baru untuk membeli rumah sesuai syariat Islam, yaitu melalui developer syariah.

Semua transaksi pembelian properti dengan developer syariah akan diterangkan secara tertulis pada Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR). Pembeli nantinya harus menandatanganinya, diikuti dengan persetujuan dari pihak developer.

Setelah harga dan tenor KPR disepakati, konsumen hanya perlu berurusan dengan pihak developer serta notaris yang ditunjuk.

Misalnya kamu membeli rumah seharga Rp 200 juta dengan tenor 10 tahun dan margin sesuai kesepakatan 5 persen per tahun, maka cicilan yang harus kamu bayar setiap bulannya sebesar Rp2,5juta.

Kesimpulan

Jadi seperti bagaimana sistem property syariah dilaksankan, semoga artikel ini membantu dan bermanfaat. Terima kasih sudah membaca, jangan lupa share artikel ini. ­čÖé

Baca Juga:

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram Jejak-ide.com ya gaiss..:)

Dapatkan Tips Menarik Lainnya Di Sini!

» Dapatkan pengetahuan yang belum kamu tahu sama sekali

┬╗ Update Tutorial-tutorial di situs ini.

┬╗ Dapatkan Tips & Trik mudah lainnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *